Saturday, December 13, 2008

My Birthday 20 …..


My Birthday 20 …..

Barusan aku dilahirkan oleh rahim kehidupan yang menge’a seperti mengamini kefanaanya. Entah kenapa aku harus lahir kedunia ramai ini, dunia yang dihuni oleh kepala-kepala bercula yang banyak maunya ini. Tetapi kelahiranku ini lekas membesarkanku. Bayangkan, baru beberapa menit saja dari jabang bayiku, belum lagi kering amis darahku, hari ini juga aq melihat perkembangan ku langsung keusia 20. bayangkan, betapa ajaibnya kehidupan! Ini tak jauh halnya peristiwa kelahiran dewa Zeus atau Venus yang dilahirkan oleh seorang dewi yang enggan diketahui namanya.

Tetapi mesti kemana aku membawa kelahiranku ini, bahkan satu pilihanpun belum terbesit dalm kehidupanku, atau apa yang mesti ku perbuat? Atau jangan-jangan aku harus mengikuti jejak Hawa, dimana beberapa saat setelah kelahirannya langsung menggiring dirinya untuk bersatu menemani Adam. Akan tetapi bisakah aku memilih dan menentukan jalan ku sendiri?

Sangat boleh jadi hari ini aku sedang mempersiapkan perangkat untuk keperluan perjalananku, entah arah mata angin mana yang hendak kutuju. Yang jelas aku mempersiapkan apa-apa yang sekiranya perlu dan dibutuhkan dalam perjalanan dan tempat yang dirasa sesuai dengan kata hatiku. Kurasa mata batin akan selalu pandai membaca, kapan dan dimana ia kudu berbuat dan untuk apa.

Tapi poros kehidupan akan selau memanggil ia yang melulu sadar akan dirinya, akan keberlakuannya dibumi yang kupijak ini. Kata orang, dunia ini bersifat fana, jadi aku akan menggantikan perjalanan ini sebuah awal untuk menuju kehidupan yang sesungguhnya dan ini akan menguras banyak sekali pengertian serta pemahaman. Dan ini akan kudapat dari kehidupanku yang sekrang ini. Semoga aku dan ‘tangan yang menggerakkanku’ senantiasa segurat seumpama titik ordinat yang tegak lurus membentu garis vertical, atau orang-orang bijak menamakannya urat transedental. Dengan kata lain, separuh menyisihkan ‘aku’ dan selebihnya peran ganda antara sisa aku dan dengan ’tangan yang menggerakkan’ mudah-mudahan pemahaman awal ini tak jauh dari kebenaran.

Akhirnya aku mengajak diriku. ‘mari, Bantu aku untuk kelahiran kembali dimasa akan datang dan kini kuajak kau mendulang pemahaman untuk keberlangsungan kini dan yang akan datang…

0 comments:

  © Blogger template The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP